00-SALAM HANGAT-00__00-WELCOME-00__00-SELAMAT DATANG-00__00-PERMATA ACEH-00__00-SEMOGA BERMANFAAT-00__00-BERUNTUNG SELALU-00__00-Aamiin-00
Showing posts with label Aceh Tengah. Show all posts
Showing posts with label Aceh Tengah. Show all posts

Saturday, December 24, 2011

Nenas Takengen, Nanas Pegasing

Nanas Toa
Permata Aceh  :)
Asw.wb.
November,
Team Permata Aceh berjalan-jalan ke arah Toa (Dediang Pelien). Dari Kota Takengon dapat di tempuh dengan memilih jalan ke arah Isaq. Dengan 3 sepeda motor kami menuju ke perkebunan nanas milik rakyat di daerah Pegasing. Rasa buah nanas di sini gurih dan manis. Perkebunan ini tepat di pinggir jalan raya menuju Toa. Di lokasi perkebunan, kita dapat singgah/berhenti di pinggir jalan untuk menikmati nanas dengan beberapa pilihan olahan. Biasanya penjual menjualnya sebagai rujak. Kita juga bisa membeli buah nanas segar yang baru di panen.




Nanas Pegasin
Saat itu Team permata aceh berkunjung ke salah satu rumah penduduk dan masuk ke perkebunan nanas (sayang gag bawa kamera woy). Tampak buah nenas yang masih muda melekat di batangnya. Berbincang dengan pemilik kebun. Tujuan kami memang ingin merasakan nanas yang baru dipetik. Pemilik kebun memberikan nanasnya dengan gratis (kenal kok sama yang punya, hehe).

Buat Sahabat Permata Aceh yang di dalam maupun luar Aceh. Mudah-mudahan segera dapat merasakan kenikmatan buah ini. Sungguh rasanya beda dari nanas-nanas luar.
Semoga Berkenan. :D

Wednesday, December 14, 2011

Totor Bale, GUNUNG GAYO, One One

Asw.wr.wb.
Menelusuri Gunung Gayo, Team Permata Aceh, Vario (ir dan ze), Satria F (Chandra dan Inha) Berkendara mendaki gunung menuju puncak Gunung Gayo. Perjalanan ini ditempuh setelah kembali dari Pantan Terong.

Rute menuju Gunung Gayo dapat ditempuh dari simpang lima kota Takengon ke arah totor (jembatan) bale. Dari totor bale kira-kira berjarak 30 meter ke depan ada simpang empat. Di simpang tersebut terus berjalan lurus menuju ke arah gunung.

Kota Takengon
Gambar 1.









Kami terus mendaki menggunakan sepeda motor dan akhirnya tiba di puncak gunung. Tempatnya seperti gambar 1 di samping. Dari posisi tersebut di sebelah KIRI ada jalan menuju ke atas yaitu menuju puncak gunung Gayo. Jalan yang di tempuh tidak di aspal namun masih bisa ditempuh dengan menggunakan sepeda motor. Kami pun tiba di puncak gunung gayo dan membuat sedikit kenang-kenangan. :)




Zainal dan Ir




Zainal dan Chandra


Tidak jauh dari tempat kami berfoto, sedang ada pembangunan Tulisan yang dapat dilihat dari kota Takengon. Tulisan yang akan tampak dari kota ini bertuliskan "GAYO HIGHLAND". Lokasi ini dapat ditempuh setelah +- 2 km perjalanan dari kota Takengon.
Kembali ke jalan aspal (gambar 1), Berikutnya kami bergerak ke arah KANAN mengikuti jalan aspal (meneruskan perjalanan). Berbeda dari kunjungan sebelumnya, Dulunya jalan ini terputus dan tidak bisa tembus ke pinggir danau (jalan menuju Bintang). Saat ini jalan sudah diperbaiki dan sedang dalam proses pengaspalan. Berkendara santai dan akhirnya tiba di One-one. bagi yang ingin menyantap ikan bakar, maka di One-onelah tempatnya. Kita dapat menikmati ikan bakar segar.

Gigi tu ze :)

Sebelum mengakhiri perjalanan menuju kota Takengon, sejenak kami pun memandang duduk dipinggir Danau Laut Tawar. Kami duduk tepat di pinggir jalan aspal dekat hotel Renggali.

Salam wisata





Tuesday, December 13, 2011

Keliling Danau Laut Tawar

Keramba
Asw.wr.wb. November 2011,
Team Pemata Aceh coba mengelilingi Danau Laut tawar.  Berkendara dengan Honda Beat. Sebelum berangkat cek dulu angka di km pengukur jarak (ntar tau sendiri gunanya).

Mulai dari rumah seorang sahabat di Simpang IV, Bergerak ke arah totor bale. Sejenak berhenti di atas totor bale dan memandang, sesuatu yang mengejutkan, tampak ikan sebesar kaki (Zainal yg bilang).

Melanjutkan perjalanan tampak di sebelah kanan jalan sebuah rumah yang tergolong berani, bangun rumah di kaki gunung. Mudah-mudahan aman.

Bergerak menuju Bintang"
Sampai di Loyang Koro, kebetulan pada hari itu objek wisata ini tutup. Namun gerbang terbuka lebar, kami turun ke bawah jalan kaki tanpa bayar. (hehe)
Loyang Koro, Danau Laut Tawar
Mancing di Danau Laut Tawar
Selesai melihat-lihat, Bergerak lagi Menuju Bintang"
Mr. Zainal di Danau Laut Tawar
Ada sesuatu yang menghentikan kami, kami berhenti dan terlihat 2 orang sedang memancing ikan. Kami turun dan menyapa mereka, sedikit melakukan perbincangan. Mereka sudah memancing sejak pagi (waktu bincang sekitar 15.00) dan baru mendapatkan beberapa ikan. Tempat ini sangat indah, Tampak Mr. Zainal membasuh mukanya. Dia berkata "Klo bawa baju ganti tadi, qu dah nyebur disini".

Kembali bergerak menuju Bintang"
Persinggahan berikutnya adalah Air Terjun Mengaya. Cukup membayar Rp. 2rb/ org kami sudah mendapat izin mendaki bukit menuju air terjun. Setelah sampai di air terjun I, belok kiri dan terus mendaki. Kami meresa salah arah dan ternyata memang salah. Kami bertemu dengan sepasang suami istri  pulang dari kebun kopinya. Luar biasa, Dahsyat perjuangannya dalam bekerja, jalan menuju kebun kopi sangat ekstrim. Kami turun bersama ibu bapak tani itu sambil berbincang dalam bahasa Gayo. Akhirnya kami pun kembali ke jalan yang benar (ciee,) dan menuju Air terjun II. Hanya beberapa pengunjung yang datang, tempat ini ramai di hari minggu.

Setelah puas menikmati indahnya alam, kami menuruni bukit dan sekali lagi bergerak Menuju Bintang". Akhirnya kami tiba di Kota Bintang dan mencari Masjid untuk menunaikan ibadah solat asar (wajib ini.)

Lanjut melewati Pante Menye, Ujung Paking, Mepar, Puteri Pukes. Karena hari sudah sore kami tunda singgah di objek wisata tersebut. Objek wisata ini tidak kalah indahnya dari yang sempat kami singgahi. Tibalah kami di Desa Kebayakan dan singgah di Samalero menikmati makanan (ueenak). Cek lagi pengukur jarak, perjalanan keliling danau laut tawar berjarak 50 km.
Salam Danau Laut Tawar.

Terkait
Danau Laut Tawar

Sunday, December 11, 2011

Alpukat Takengon

Buah Alpukat muda di Pohon
Alpukat sudah umum dan banyak di temukan di Takengon, umumnya tanaman ini ditemukan di kebun-kebun Kopi penduduk. Tanaman yang biasanya digunakan sebagai buah untuk orang-orang yang melakukan diet ini ternyata sangat mudah tumbuh di daerah ini. 

Selain itu, tanaman alpukat di Takengon ini memiliki daging buah yang lumayan tebal. Rasa yang lebih nikmat dan lemak. Photo di samping  merupakan salah satu photo Alpukat yang tumbuh dan berbuah di pinggiran Danau Laut Tawar (Loyang Koro).

Bagi anda para wisatawan yang ingin berkunjung, menikmati alpukat takengon dapat menjadi salah satu pilihan menarik, baik dinikmati langsung dari pohon, maupun dinikmati dalam bentuk olahan seperti Juice, maupun makanan Alpukat lainnya.